Ruang Lingkup PGRS Pelayanan Gizi Rumah Sakit

Diringkas oleh Yoseph Samodra

 

Kondisi gizi pasien di rumah sakit akan secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi perjalanan penyakit dan proses penyembuhannya. Terdapat trend pengingkatan jumlah masalah terkait gizi pada kelompok umur yang rentan yaitu: bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia). Hal ini memerlukan perhatian khusus melalui penatalaksanaan gizi yang tepat. Pelayanan gizi yang baik di rumah sakit sangat perlu dipastikan agar dapat memberikan hasil yang bermakna berupa mencapai status gizi yang optimal dan dapat membantu proses penyembuhan pasien.

Risiko kurang gizi dapat timbul pada semua pasien, terutama yang mengalami anoreksia, gigi geligi tidak lengkap, gangguan mengunyah dan menelan, gangguan saluran cerna (terutama yang memiliki tanda dan gejala mual, muntah, dan diare), kondisi infeksi berat, lansia dengan penurunan kesadaran yang lama, dan penderita keganasan yang menjalani kemoterapi. Kondisi kurang gizi di rumah sakit dikenal juga dengan istilah hospital malnutrition, yang tidak mencakup kondisi kelebihan gizi (overweight, obesitas, maupun kelebihan zat gizi tertentu). Kondisi malnutrisi di rumah sakit merupakan kondisi yang dinamis yang dipengaruhi oleh beragam faktor. Pada pasien rawat inap di rumah sakit, kondisi ini akan memperlama proses penyembuhan penyakit, memperlama pemulihan pascaoperasi, dan mudah memicu kekambuhan penyakit. Hal-hal ini akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas, serta menurunkan kualitas hidup pasien. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka diperlukan pelayanan gizi yang efektif dan efisien melalui Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Jika diterapkan dengan baik maka pelayanan gizi rumah sakit akan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan pasien, mengurangi lama hari pasien dirawat, dan mengurangi biaya operasional.

Pelayanan gizi rumah sakit mencakup hal-hal berikut ini:

  • Pelayanan gizi rawat inap
  • Pelayanan gizi rawat jalan
  • Penyelenggaraan makanan
  • Penelitian dan pengembangan gizi.

Untuk dapat saling memahami dalam pembahasan mengenai PGRS dan PAGT maka perlu disepakati beberapa istilah yang sering dijumpai dalam pelayanan gizi rumah sakit:

Pelayanan gizi adalah suatu upaya memperbaiki, meningkatkan gizi, makananm dietetik masyarakat, kelompok, individu atau klien yang merupakan suatu rangkaian kegiatan yang meliputi pengumpulan, pengolahan, analisis, simpulan, anjuran, implementasi dan evaluasi gizi, makanan dan dietetik dalam rangka mencapai status kesehatan optimal dalam kondisi sehat atau sakit.

Dietetik adalah integrasi, aplikasi dan komunikasi dari prinsip-prinsip keilmuan makanan, gizi, sosial, bisnis dan keilmuan dasar untuk mencapai dan mempertahankan status gizi yang optimal secara individual, melalui pengembangan, penyediaan dan pengelolaan pelayanan gizi dan makanan di berbagai area/lingkungan/latar belakang praktik pelayanan.

Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) adalah pendejatan sistematik dalam memberikan pelayanan asuhan gizi yang berkualitas melalui serangkaian aktivitas yang terorganisir meliputi identifikasi kebutuhan gizi sampai pemberian pelayanannya untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Konseling gizi adalah serangkaian kegiatan sebagai proses komunikasi dua arah yang dilaksanakan oleh ahli gizi/dietisien untuk menanamkan dan meningkatkan pengertian, sikap, dan perilaku pasien dalam mengenal dan mengatasi masalah gizi sehingga pasien dapat memutuskan apa yang akan dilakukannya.

Gizi klinik adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara makanan dan kesehatan tubuh manusia termasuk mempelajari zat-zat gizi dan bagaimana zat-zat gizi tersebut dicerna, diserap, digunakan dimetabolisme, disimpan dan dikeluarkan dari tubuh.

Nutrisionis adalah seseorang yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat berwenang untuk melakukan kegiatan teknis fungsional di bidang pelayanan gizi, makanan dan dietetik, baik di masyarakat maupun rumah sakit dan unit pelaksanan kesehatan lain.

Registered Dietisien atau yang dapat disingkat RD adalah tenaga gizi sarjana terapan gizi atau sarjana gizi yang telah mengikuti pendidikan profesi (internship) dan telah lulus uji kompetensi serta teregistrasi sesuai ketentuan peraturan perundangan berhak mengurus ijin memberikan pelayanan gizi, makanan dan dietetik dan menyelenggarakan praktik gizi mandiri.

 

Sumber:

Kementrian Kesehatan RI. Pedoman PGRS Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. 2013:1-5.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *