Anemia Defisiensi Besi Dapat Berhubungan dengan Penurunan Pendengaran

Penurunan pendengaran dibagi menjadi tiga tipe:

  • sensorineural
  • konduktif
  • kombinasi.

Pada penelitian yang dipublikasikan tanggal 29 Desember 2016 di jurnal JAMA Otolaryngology-Head & Neck Surgery, peneliti mengambil data rekam medik dari lebih dari 300.000 orang dewasa di Hershey, Pennsylvania. Mereka berusia antara 21 hingga 90 tahun, dengan rata-rata usia 50 tahun.

Peneliti mengidentifikasi subyek penelitian yang menderita anemia defisiensi besi dan/atau yang mendapat diagnosis apapun terkait dengan penurunan pendengaran. Hasilnya, orang dewasa yang menderita anemia defisiensi besi cenderung lebih dari dua kali lipat (2,4 kali) menderita penurunan pendengaran tipe tertentu, yaitu penurunan pendengaran tipe kombinasi, dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita anemia defisiensi besi. Penderita anemia defisiensi besi juga 1,8 kali lebih mungkin menderita penurunan pendengaran tipe sensorineural dibandingkan orang dewasa normal. Dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan anemia defisiensi besi dengan penurunan pendengaran tipe konduktif.

http://carakerja.net/263/hubungan-status-berat-badan-dengan-gangguan-kognitif-pada-populasi-usia-lanjut-di-shanghai/

Telinga luar terdiri dari daun telinga dan liang telinga yang berfungsi untuk menangkap dan meneruskan gelombang suara. Telinga tengah terdiri membran timpani/gendang telinga dan tulang pendengaran (menghubungkan gendang telinga dan foramen ovale yang merupakan pintu masuk ke telinga dalam) yang berfungsi untuk mengamplifikasi / menguatkan getaran melalui daya ungkit tulang pendengaran dan perkalian perbandingan luas gendang telinga dan membran foramen ovale. Telinga dalam berfungsi mengubah gelombang
suara menjadi gelombang listrik untuk diteruskan melalui saraf menuju ke otak, kalau diibaratkan fungsi telinga dalam sebagai mikrofon.

Penurunan pendengaran tipe sensorineural dapat timbul ketika kerusakan terjadi pada pembuluh darah halus pada telinga, dan anemia defisiensi besi meningkatkan risiko terjadinya keadaan ini. Sebagai tambahan, kondisi ini berkaitan dengan masalah pada selubung myelin saraf, termasuk saraf yang berjalan dari telinga ke otak.

http://carakerja.net/242/cara-mengatasi-kompor-gas-tidak-mau-menyala-setelah-ganti-tabung-elpiji/

Penurunan pendengaran tipe konduktif sering disebabkan oleh masalah-masalah mekanis, seperti sumbatan pada liang telinga (baik oleh serumen/kotoran telinga atau cairan/benda lain) atau robeknya gendang telinga.

Peneliti menekankan adanya hubungan antara anemia defisiensi besi dengan penurunan pendengaran, namun tidak menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat antara keduanya. Beberapa factor yang diketahui menjadi perancu adalah kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan diabetes mellitus (DM).

Diterjemahkan oleh Yoseph L. Samodra.

http://carakerja.net/259/46-tips-blogging-untuk-pemula-2017/

Sumber: livescience.com/57354-iron-deficiency-anemia-linked-to-hearing-loss.html; rsuddrloekmonohadikudus.com/wp-content/uploads/2015/11/GANGGUAN-PENDENGARAN.pdf.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *