Determinan Growth Failure (Stunting) pada Anak Tanjungkarang Bandar Lampung

Gangguan pertumbuhan pada anak balita dapat menyebabkan anak tersebut gagal tumbuh (growth failure). Menurut Kemenkes RI 2011,1 kegagalan pada pertumbuhan linear ditunjukkan dengan rendahnya tinggi badan dan nilai Z-Score menurut indeks TB/U dibandingkan dengan anak seusianya.

Stunting mengindikasikan masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan meningkatnya resiko morbiditas dan mempengaruhi kognitif dan perkembangan anak. Dalam penelitian ini juga disebutkan faktor dominan dari growth failure adalah infeksi dan gizi. Jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi dan kejadian infeksi baik infeksi kronis maupun infeksi berulang dapat menyebabkan growth failure.

-= Dapatkan potongan harga spesial untuk aneka barang, klik iklan berikut ini =-

-=-

Jenis penelitian ini adalah penelitian observasi analitik, dengan desain case control2. Case control adalah penelitian yang dilakukan dengan cara membandingkan antara dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok control. Studi kasus kontrol dilakukan dengan mengindentifikasi kelompok kasus dan kelompok kontrol, kemudian secara retrospektif diteliti faktor-faktor resiko yang mungkin dapat menerangkan apakah kasus dan kontrol dapat terkena paparan atau tidak.

Penelitian ini mengambil subyek total sebanyak 84 subyek dan didapatkan subyek masing-masing dari subyek kontrol dan kasus sebanyak 32 subyek. Terdapat pengurangan subyek tetapi tidak dijelaskan alasan subyek yang dipakai berkurang. Tidak dicantumkan kriteria inklusi maupun eksklusi secara jelas.

Pemilihan subyek kontrol pada penelitian ini menggunakan matching jenis kelamin dan umur. Dengan menggunakan matching maka ada kemungkinan akan didapatkan beberapa anak dengan hasil yang sama. Jika pemilihan ini tidak diacak maka hal ini dapat menjadi bias karena bisa saja subyek yang dipakai sebagai control adalah subyek yang dipilih dan dirasa paling baik. Hasil dari penelitian ini juga dapat berpengaruh jika pemilihan subyek setelah di matching tidak dipilih secara acak.

Pengolahan data hasil penelitian dikumpulkan menggunakan bantuan computer dan data dianalisis menggunakan program computer. Analisis penelitian ini tidak menjelaskan jenis program yang digunakan.

Penelitian ini tidak menyebutkan apa saja yang menjadi faktor bias. Contoh faktor bias yang bisa ditemukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data terkait panjang lahir anak. Bukti panjang lahir anak bisa didapat melalui akte lahir atau keterangan dari tempat lahir tetapi jika anak lahir tanpa keterangan tertulis maka akan didapatkan data dengan memori ibu. Kemudian data terkait ASI eksklusif dan MP ASI tidak dapat dibuktikan dengan pasti karena penelitian tidak mengikuti perkembangan anak sejak lahir. Waktu asuh ibu tidak bisa dipastikan apakah benar sesuai keterangan atau tidak. Hal ini bisa dipercaya jika ada bukti terkait keterangan pasti dari pengawas yang menghitung waktu asuh ibu. Didapatkan kemungkinan pemalsuan keterangan untuk mendapatkan hasil yang baik dari sang ibu. Tinggi badan ibu tidak dijelaskan apakah diukur satu per satu ibu saat penelitian atau hanya dengan perkiraan atau daya ingat ibu terkait pengukuran sebelumnya.

Pada bagian hasil didapatkan beberapa faktor yang diteliti yaitu :

  1. Panjang lahir

Dari hasil ini, didapatkan nilai p<0.05 maka terdapat hubungan antara panjang lahir pendek dengan kejadian stunting dengan tingkat kepercayaan 95%. Pada hasil OR didapatkan hasil kelompok panjang lahir pendek memiliki kecenderungan sebesar 3,8 kali untuk terjadi stunting (daripada pertumbuhan normal).

  1. Tinggi badan ibu

Nilai P >0.05 maka tidak terdapat hubungan yang significan antara tinggi badan ibu pendek dengan kejadian stunting pada anak. Pada hasil nilai OR pada bagian ini didapatkan nilai 2.26 maka tinggi badan ibu pendek memiliki kecenderungan sebesar 2.26 kali untuk terjadi stunting. Hasil dari OR ini hanya dapat dipakai untuk populasi pada penelitian ini saja karena nilai p>0.05.

  1. Pemberian ASI tidak eksklusif

Hasil ini didapatkan adanya hubungan antara anak yang tidak ASI eksklusif dengan terjadinya stunting (dengan tingkat kepercayaan 95%). Anak yang tidak ASI eksklusif memiliki resiko 3.7 kali untuk mengalami stunting.

  1. MP-ASI dini

Terdapat hubungan antara MP-ASI dini dengan terjadinya kasus stunting pada anak. Pemberian MP-ASI dini memiliki kecenderungan 3.7 kali terjadi stunting.

  1. Alokasi waktu asuh

Tidak terdapat hubungan antara waktu asuh ibu dengan kejadian stunting. Tetapi pada populasi ini terdapat kemungkinan bahwa alokasi waktu asuh yang kurang dari ibu kecenderungan 1.7 kali anak mengalami stunting.

  1. Sosial Ekonomi

Terdapat hubungan antara tingkat social ekonomi keluarga yang kurang dengan kejadian stunting pada anak. Keluarga dengan social ekonomi yang kurang memiliki kecenderungan 3.51 kali untuk memiliki anak yang mengalami stunting.

pose senam kebugaran jasmani

Penelitian ini baik tetapi harus dilengkapi data yang terkait dengan bukti agar faktor bias dapat disingkirkan. Metode penelitian dapat menggunakan metode kohort yaitu dengan mengikuti perjalanan dari anak-anak yang lahir dengan panjang badan pendek dan panjang badan normal sampai dengan usia 5 tahun. Penelitian ini diharapkan juga dapat mencantumkan kriteria inklusi dan ekskluasi yang jelas serta penjelasan metode penelitian. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran terkait faktor determinan pada kasus stunting pada anak usia 1-3 tahun dengan berat badan lahir normal.

Daftar Pustaka:

1       Kemenkes. 2011. SK Menkes 2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Direktorat Bina Gizi.

2       Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

DETERMINAN GROWTH FAILURE (STUNTING) PADA ANAK UMUR 1 S/D 3 TAHUN (STUDI DI KECAMATAN TANJUNGKARANG BARAT KOTA BANDAR LAMPUNG)

Peneliti : Arie Nugroho – Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

 

Dikirim oleh Lisa Devianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *