Diare

Epidemiologi diare pada anak

Penyakit dengan manifestasi diare adalah penyebab kematian terbanyak kedua pada anak di bawah lima tahun (balita). Padahal kondisi ini dapat dicegah dan diobati.

Tiap tahun diare menyebabkan sekitar 525.000 balita meninggal dunia. Di seluruh dunia, diperkirakan terdapat 1,7 miliar kasus diare pada anak-anak per tahunnya.

Sebagian besar diare dapat dicegah melalui penggunaan air minum yang aman serta sanitasi dan higiene yang baik.

Diare adalah salah satu penyebab utama malnutrisi pada balita.

bahaya diare pada anak

Gambaran klinis diare pada anak

Terdapat tiga jenis diare menurut WHO berdasarkan gambaran klinisnya:

  • diare berair akut (acute watery diarrhoea) – terjadi selama beberapa jam atau beberapa hari, mencakup kolera;
  • diare berdarah akut (acute bloody diarrhoea) – disebut juga disentri; dan
  • diare persisten (persistent diarrhoea) – terjadi selama 14 hari atau lebih.

Ancaman paling berbahaya dari diare adalah dehidrasi. Dehidrasi timbul ketika cairan dan elektrolit keluar dalam jumlah banyak (melalui BAB cair maupun muntah dan jalur lain) dan tidak diganti.

Derajat dehidrasi menurut WHO dibagi tiga:

  • Dehidrasi berat (setidaknya ada dua tanda/gejala berikut):
    • letargi/penurunan kesadaran
    • mata cowong
    • tidak sanggup minum atau minum dalam jumlah sangat sedikit
    • turgor kulit menurun
  • Dehidrasi ‘ringan-sedang’ (setidaknya ada dua tanda/gejala berikut):
    • rewel/cengeng
    • mata cowong
    • kehausan
  • Tanpa dehidrasi (tidak memenuhi tanda/gejala dehidrasi).

 

Pencegahan diare pada anak

Langkah-langkah utama pencegahan diare mencakup:

  • akses air minum yang aman;
  • penggunaan sanitasi yang baik;
  • cuci tangan dengan sabun;
  • ASI eksklusif selama 6 bulan pertama;
  • higiene pribadi dan higiene makanan yang baik;
  • penyuluhan kesehatan mengenai penyebaran infeksi; dan
  • vaksinasi rotavirus.

Penatalaksanaan diare pada anak

Langkah-langkah utama penatalaksanaan diare mencakup:

  • Rehidrasi oral
  • Suplemen seng (zinc)
  • Rehidrasi intravena
  • Pemberian makanan bergizi
  • Penanganan oleh petugas medis, terutama pada diare persisten, disentri, atau adanya dehidrasi.

Sumber: Diarrhoeal disease. Fact sheet. Updated May 2017. Diunduh dari http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs330/en/ pada 2 Mei 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *