Fruktosa Berlebih Berbahaya bagi Tubuh Kita

Fruktosa berlebihan merupakan salah satu penyebab utama resistensi insulin dan sindrom metabolik, serta mengganggu fungsi jaringan dan organ. Fruktosa terutama diserap ke dalam sirkulasi sistemik oleh transporter glukosa 2 (GLUT2) dan GLUT5, dan dimetabolisme di hati untuk menghasilkan glukosa, laktat, trigliserida (TG), asam lemak bebas (FFA), asam urat (UA) dan methylglyoxal (MG). Selain itu, juga terjadi penyerapan dan metabolisme ekstrahepatik. Kadat tinggi dari metabolit ini adalah faktor berbahaya secara langsung. Selama metabolisme fruktosa, terjadi pemakaian ATP dan menginduksi stres oksidatif dan respon inflamasi, mengganggu fungsi jaringan dan organ lokal dan organ untuk memproduksi lebih banyak sitokin penyebab inflamasi, adiponektin, leptin dan endotoksin, yang bertindak sebagai faktor berbahaya secara tidak langsung. Fruktosa dan metabolitnya secara langsung dan/atau tidak langsung menyebabkan stres oksidatif, peradangan kronis, disfungsi endotel, autophagy dan peningkatan permeabilitas usus, dan kemudian memperburuk sindrom metabolik dengan disfungsi jaringan dan organ. [1]

Peningkatan kejadian sindrom metabolik di seluruh dunia berkorelasi dengan peningkatan asupan fruktosa total dalam bentuk sirup jagung tinggi-fruktosa, minuman dan gula. Peningkatan asupan fruktosa pada tikus telah menunjukkan berbagai aspek sindrom metabolik melalui terjadinya hipertensi, resistensi insulin dan hiperlipidemia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa asupan fruktosa yang meningkat merangsang penyerapan garam di usus kecil dan tubulus ginjal, mengakibatkan keadaan terlalu banyak garam dalam darah sehingga menyebabkan hipertensi. [2]

minuman diet tinggi fruktosa berbahaya bagi tubuh

Fruktosa banyak ditemukan pada makanan alami, termasuk buah-buahan, sayuran dan madu, dan menjadi salah satu bahan aditif makanan komersial. Konsumsi berlebihan fruktosa merupakan faktor risiko epidemi sindrom metabolik (MetS), dengan disfungsi pada banyak jaringan dan organ tubuh termasuk hati, adiposa, pankreas, otot rangka, ginjal, jantung, otak dan usus. Metabolit utama dari fruktolisis diproduksi di hati dan disekresikan ke dalam sirkulasi, yang secara langsung mempengaruhi fungsi jaringan dan organ; antara lain asam lemak bebas (FFA), asam urat (UA) dan laktat memiliki peran sentral dalam memicu resistensi insulin pada jaringan dan organ lokal dan sistemik, serta menyebabkan produksi berlebihan radikal bebas (ROS). Kondisi disfungsi ini menyebabkan sekresi faktor berbahaya secara tidak langsung, seperti sitokin pro-inflamasi, adiponektin, leptin dan endotoksin. Faktor-faktor berbahaya ini menimbulkan respons inflamasi, akumulasi lipid, dan disfungsi endotel pada jaringan dan organ lokal, selain gangguan nafsu makan untuk asupan makanan, yang selanjutnya memperparah beban metabolik fruktosa. Efek berbahaya dari konsumsi fruktosa berlebihan ini mengingatkan kita untuk waspada terhadap kelebihan asupan fruktosa dalam pola makan sehari-hari kita. [1]

 

Referensi:

[1] Zhang D-M, Jiao R-Q, Kong L-D. High Dietary Fructose: Direct or Indirect Dangerous Factors Disturbing Tissue and Organ Functions. Nutrients. 2017;9(4):335. doi:10.3390/nu9040335.

[2] Soleimani, M. (2011), Dietary fructose, salt absorption and hypertension in metabolic syndrome: towards a new paradigm. Acta Physiologica, 201: 55–62. doi:10.1111/j.1748-1716.2010.02167.x

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *