Gizi pada Proses Penuaan

Proses penuaan melibatkan perubahan fisiologis progresif dengan berkurangnya sel penyusun jaringan dan kemunduran fungsi organ. Penurunan laju filtrasi glomerulus, konstipasi, perununan toleransi glukosa, serta melemahnya kekebalan tubuh dapat terjadi pada seseorang yang mengalami proses penuaan. Kebutuhan energi untuk metabolisme basal berkurang sebanyak 10% untuk mereka yang berusia 50-70 tahun dan selanjutnya dapat berkurang hingga 20-25%.

Berkurangnya produksi air liur, tanggalnya gigi, menurunnya kemampuan penyerapan zat gizi, serta penurunan kemampuan mengecap dan menghidu adalah masalah yang sering dijumpai pada lansia. Laju metabolisme basal menurun 2% per dekade. Massa otot berkurang seiring waktu, umumnya digantikan oleh massa lemak, akibat perubahan hormon anabolik, penurunan asupan protein, berkurangnya aktivitas fisik, dan peradangan yang dipicu oleh sitokin dan stres oksidatif dengan peningkatan interleukin-6 dan CRP. Menjadi terlalu kurus berisiko melemahkan sistem imun. Penurunan berat badan tidak diharapkan pada lansia karena biasanya sulit bagi mereka untuk memulihkan massa otot yang hilang.

Lansia mengonsumsi makanan lebih sedikit dibandingkan orang yang lebih muda. Banyak lansia yang mengalami kekurangan protein. Lebih dari 30% lansia mengonsumsi energi kurang dari jumlah yang disarankan, dan 50% mengalami kekurangan asupan vitamin dan mineral. Asupan makanan lansia yang lebih sedikit adalah akibat dari porsi makan yang lebih sedikit dengan laju pencernaan yang lebih pelan.

sayuran dan dagingSumber:

Escott-Stump, Sylvia. Nutrition and diagnosis-related care. 7th ed. Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins. 2012:58-67.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *