Jajanan Sehat untuk Anak PAUD Sehat

Perilaku dan karakter manusia paling baik dibentuk pada masa anak-anak, terlebih saat anak sudah mampu berkontak dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Kebiasaan-kebiasaan baik dan sehat ditanamkan sejak dini guna menghasilkan anak didik yang cerdas dan memiliki nilai yang baik, terutama dalam memelihara kesehatan. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus diterapkan terutama pada lingkungan sekolah dimana sekolah merupakan tempat pembelajaran utama sejak anak berusia dini. Beberapa indikator PHBS di sekolah adalah mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan secara teratur, mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, menggunakan jamban sehat, olah raga teratur dan terkur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di sekolah, tidak jajan sembarangan dan mencatat pertumbuhan setiap bulannya. Hal terkait PHBS di sekolah yang akan diangkat pada topik kali ini adalah mengenai jajanan sehat dan gizi seimbang pada anak.

Hingga saat ini banyak orang tua maupun guru yang mengeluhkan anak-anak masih sering jajan sembarangan. Jajan yang dimaksud dalam konteks ini adalah makanan yang tidak diolah sendiri. Bahan baku, bahan tambahan, serta cara pengolahannya juga tidak diketahui dengan pasti, seperti halnya makanan yang berwarna-warni. Cara penjualan beberapa makanan juga kadang tidak sesuai dengan konsep kebersihan yang ada. Hal inilah yang meresahkan orang tua maupun guru perihal makanan yang dikonsumsi anak-anak melalui jajanan. Keluhan lain yang masih dirasakan orang tua adalah anak tidak mau makan, anak sering memilih-milih makanan yang hendak dimakan, serta ditemukan pula anak yang sulit untuk makan buah dan sayur.

Beberapa permasalahan di atas diangkat dalam kegiatan pembinaan yang dilakukan di salah satu sekolah di kecamatan Sanden yakni PAUD Terpadu Pranti. PAUD Terpadu Pranti tersebut terletak di Dusun Pranti, Desa Gadingharjo, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. PAUD Terpadu Pranti merupakan satu-satunya PAUD terpadu di Kecamatan Sanden yang memiliki tingkatan mulai dari Taman Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-kanak (TK). Jumlah anak didik yang ada adalah 133 anak dengan kisaran usia 0-6 tahun. PAUD Terpadu ini juga memiliki jumlah guru dan karyawan yang cukup banyak yakni 14 orang. Menurut data yang diperoleh dari guru dan orang tua murid di PAUD Terpadu Pranti, anak-anak sudah menerapkan kegiatan cuci tangan dengan baik namun yang disayangkan adalah masih ditemukan anak-anak yang jajan sembarangan dan memiliki kebiasaan makan yang kurang baik seperti memilih-milih makanan dan tidak mau makan sayur maupun buah. Maka dari itu pada tanggal 13 Mei 2017 dilakukan sosialisasi mengenai jajanan sehat dan gizi seimbang yang ditujukan kepada orang tua dan guru sehingga mereka dapat mengatur dan mengontrol pola makan anak-anak mereka. Sosialisasi tersebut dilaksanakan bersamaan dengan sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan sosialisasi buang sampah yang benar. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh ketua TP PKK, Kepala Dusun Gadingharjo, serta Kepala Puskesmas Sanden.

Sosialisasi mengenai jajanan sehat dan gizi seimbang kepada orang tua dan guru belum pernah dilakukan sebelumnya di sekolah tersebut. Kebanyakan kegiatan yang dilakukan di sekolah lebih terfokuskan pada anak didik. Sosialisasi ini dinilai baik dan mendapat respon baik dari orang tua maupun guru. Dalam sosialisasi tersebut dipaparkan mengenai jajanan sehat dan bagaimana memilih jajanan sehat. Orang tua dan guru diharapkan mampu memberikan makanan yang sehat kepada anak-anak. Terlebih kawasan PAUD Terpadu Pranti ini sangat mudah dijangkau oleh pedagang jajanan yang menarik bagi anak-anak. Guru pun belum bisa melakukan pengawasan yang ketat terkait kebiasaan jajan ini terlebih bila anak sudah dibawakan bekal uang saku untuk jajan. Maka dari itu informasi mengenai jajanan sehat dan gizi seimbang harus dikupas dalam kegiatan sosialisasi ini. Pada sosialisasi gizi seimbang diberikan visualisasi untuk memudahkan memahami berbagai hal terkait gizi seimbang yaitu dengan gambaran “tumpeng” dan gambaran “piring makanku”.

Setelah memberikan informasi terkait dengan jajanan sehat dan gizi seimbang, cara pemberian makan dengan sabar dan telaten juga perlu disampaikan kepada orang tua dan guru. Makanan yang diberikan juga harus bervariasi supaya anak tidak bosan dengan menu-menu yang monoton. Pada kesempatan ini juga diberikan leaflet yang dapat dibawa pulang sehingga memberikan informasi dan dapat mengingat apa yang didapatkan dari kegiatan sosialisasi tersebut. Kegiatan seperti ini sangat baik bila bekerjasama dengan pihak puskesmas, sekolah, maupun lembaga-lembaga sekitar yang dapat mendukung sosialisasi jajanan sehat dan gizi seimbang ini seperti halnya melalui siaran radio. Beberapa hal yang dapat diusulkan kepada pihak sekolah terkait dengan permasalahan jajan sembarangan dan gizi seimbang adalah dengan mendirikan kantin sekolah. Melalui kantin sekolah ini diharapkan kebutuhan gizi anak melalui makanan yang dikonsumsi dapat tercukupi dengan baik. Selain itu mengadakan pendataan pedagang dan pengawasan terhadap kualitas dagangan merupakan cara lain yang juga dapat diambil oleh pihak sekolah untuk mengontrol jajan sembarangan. Hal ini akan membiasakan anak untuk mengkonsumsi makanan sehat. Kebiasaan makan sehat tersebut akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak sehingga anak menjadi lebih kuat.

pembinaan ibu paud puskesmas

Dikirim oleh: Yolenta Marganingsih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *