KB Pasca Persalinan

1 KB pasca persalinan adalah pelayanan KB yang diberikan setelah persalinan sampai dengan 42 hari setelah persalinan. Kembalinya masa subur setelah persalinan tidak terduga dan kadang dapat terjadi sebelum masa menstruasi kembali. KB pasca persalinan ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu juga memberi masa emas (golden period) pada perkembangan anak agar tumbuh dengan baik. Angka kematian ibu dapat menurun dengan menghindari jarak kehamilan yang terlalu dekat.

2 Konseling tentang KB dimulai pada saat kunjungan asuhan antenatal (perawatan kehamilan) ke fasilitas pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan (dokter/bidan). Dimana pada saat melakukan asuhan antenatal tersebut ibu akan mendapatkan konseling selain konseling KB, juga tentang gizi dan ASI eksklusif, serta konseling tentang persiapan persalinan oleh tenaga kesehatan. KB pasca persalinan merupakan suatu program yang dimaksudkan untuk mengatur kelahiran, menjaga jarak kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, agar dapat mengatur kehamilan melalui penggunaan alat/obat kontrasepsi setelah melahirkan.

-= Dapatkan potongan harga spesial untuk aneka barang, klik iklan berikut ini =-

-=-

Sasaran pada KB pasca persalinan adalah ibu hamil, ibu bersalin dan ibu nifas. Pada kesempatan kali ini, penulis diberi waktu untuk melakukan pembinaan terkait KB pasca persalinan pada ibu hamil di Aula Puskesmas pada pukul 09.00 sampai dengan 13.00 WIB. Acara pembinaan ini digabung dengan PMT. Pembinaan ini diharapkan bermanfaat bagi ibu hamil untuk menambah pengetahuan terkait KB baik jenis maupun pengaruh positif dan negatif dari pemakaian KB. Materi pada pembinaan ini menjelaskan pada tujuan dari mengikuti KB setelah melahirkan, jenis KB, kapan KB bisa dipakai dan dampaknya. Pemberian materi ini lebih menganjurkan untuk mempromosikan KB dengan ASI Eksklusif. KB yang dianjurkan pun KB tanpa harus mengganggu produksi ASI.

Pembinaan ini dihadiri 32 orang ibu hamil. Beberapa diantara ibu hamil tersebut ditemani oleh suami mereka. Pembinaan ini diawali dengan pemberian pretest kemudian penyampaian materi dan diakhiri dengan pemberian posttest. Setelah acara pembinaan selesai ibu hamil diberikan leaflet terkait materi yang disampaikan dan juga PMT.

Pembinaan ini disimak dengan baik oleh peserta. Perta aktif menjawab saat diberi pertanyaan dan juga peserta aktif bertanya saat diberikan kesempatan untuk bertanya. Dari hasil pretest dan posttest didapatkan peningkatan pengetahuan dan kemauan ibu hamil untuk mengikuti KB setelah melahirkan nantinya.

Pelaksanaan ini dilakukan dengan baik, hanya saja acara tidak mulai dengan tepat waktu karena menunggu ibu hamil berkumpul. Saran untuk pelaksanaan pembinaan kedepannya adalah untuk melakukan perjanjian dengan ibu-ibu hamil untuk membuat jadwal pasti pembinaan dan saling mengingatkan antara pihak Puskesmas dan ibu hamil maupun ibu hamil dengan ibu hamil.

Keterlambatan acara membuat rangkaian acara pembinaan kurang berjalan semestinya karena waktu menjadi lebih siang sedangkan para ibu hamil cenderung mengurusi urusan rumah tangga seperti memasak. Beberapa ibu hamil saat sudah melewati jam 12.00 WIB sudah dijemput oleh suaminya sehingga suami menunggu terlebih dahulu sampai acara selesai.

Jika sasaran dapat diperluas lagi dengan menyertakan suami untuk ikut dalam pembinaan KB pasca melahirkan maka akan terjadi keseteraan pengetahuan antara istri dan suami sehingga dapat dilakukan pemantaban untuk ikut KB bertanya jika ada penjelasan yang kurang jelas.

Alat peraga KB nyata seharusnya juga bisa ditampilkan sebagai contoh nyata untuk ibu hamil agar lebih mengetahui jenis KB dan cara penggunaannya.

kontrasepsi oral

Materi diberikan menggunakan sistem 2 arah sehingga terdapat adanya diskusi. Penyampaian materi hanya menggunakan slide presentasi. Hal ini bisa menjadi menarik jika ditambahkan dengan pemutaran video dari contoh jenis maupun pemasangan KB. Di akhir penyampaian materi dilakukan diskusi terkait berbagi pengalaman ber-KB. Pada saat diskusi terdapat beberapa pertanyaan yang ditanyakan seperti apa perbedaan metode KB vasektomi dengan kebiri, mengapa saat ber-KB tidak menstruasi, dan sebagainya.

Kegiatan pembinaan ini bisa sangat bermanfaat baik bagi pemberi materi maupun bagi peserta jika kesempatan dimanfaatkan dengan baik. PMT dilakukan setiap bulan sehingga kegiatan pembinaan ini bisa diadakan pada saat PMT. Tujuan pemerintah meningkatkan kesejahteraan penduduk melalui program KB bisa tercapai dengan kegiatan pembinaan seperti ini.

Daftar Pustaka :

1     Direktorat Bina Kesehatan Ibu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.(2014). Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Kesehatan .Diunduh dari http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/Buku%20Pedoman%20KB%20Pasca%20Persalinan. Diakses 27 Mei 2017].

2     BKKBN (2012). KB Pasca Persalinan. Diakses dari : http://jateng.bkkbn.go.id/Lists/Artikel/DispForm.aspx?ID=62 [27 Mei 2017]

Dikirim oleh Lisa Devianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *