Malnutrisi pada COPD, CHF, dan Efusi Pleura

Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) adalah kondisi gangguan pernafasan kronis yang ditandai oleh peningkatan progresif tahanan jalan nafas dan hiperinflasi yang tidak sepenuhnya reversibel. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab terbesar morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Yang dapat digolongkan sebagai COPD antara lain: emfisema, bronkitis kronis, bronkiolitis obliteratif, dan bronkitis asmatikus (Raguso & Luthy, 2011).

Malnutrisi yang ditandai dengan penurunan berat badan sering dijumpai pada penderita COPD. Beberapa penyebab malnutrisi pada pasien COPD adalah peningkatan sekresi mediator radang, peningkatan tingkat metabolik akibat usaha keras untuk bernafas dan penggunaan obat-obatan simpatomimetik, yang bersama-sama dengan kurangnya nafsu makan akibat kondisi sesak akan menurunkan asupan. Malnutrisi berkaitan dengan penurunan kemampuan fisik dan dapat mempercepat timbulnya komplikasi pada pasien COPD (Raguso & Luthy, 2011).

Gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF) adalah kondisi berkurangnya fungsi jantung sebagai pompa untuk mengantarkan darah yang kaya oksigen ke tubuh. Tubuh akan mengalami penumpukan cairan akibat kondisi ini yang dapat menimbulkan tanda dan gejala berupa pembengkakan (edema) di ekstremitas, rongga perut (asites), bahkan dapat menimbulkan edema paru. Salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan adalah sesak nafas. Pada kondisi CHF yang disertai edema paru, pasien akan sangat sesak nafas sehingga sulit untuk posisi berbaring (Sudoyo et al., 2006).

Pada penelitian di Slovakia, saturasi oksigen yang rendah pada pasien COPD berkaitan dengan rendahnya asupan protein (Tkacov et al., 2011). Pasien CHF juga diketahui mengalami peningkatan ekstraksi asam amino dan sintesis protein di paru-paru (Aquilani et al., 2012). Hal ini menyebabkan pasien COPD dan CHF harus tercukupi kebutuhan proteinnya. Tujuan diet penyakit jantung:

  1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung
  2. Menurunkan berat badan bila terlalu gemuk
  3. Mencegah atau menghilangkan penimbunan garam atau air

Syarat dietnya:

  1. Energi dan protein cukup
  2. Lemak sedang 25-30% dari kebutuhan energi total
  3. Kolesterol rendah
  4. Garam rendah (Almatsier, 2008).

Efusi pleura adalah pengumpulan cairan melebihi volume normal dalam rongga pleura melebihi kemampuan penyerapan (Porcel & Light, 2006). Rongga pleura dibatasi oleh pleura parietal dan pleura visceral. Pada keadaan normal, sejumlah kecil (+ 0,01 mL/kg/jam) cairan secara konstan memasuki rongga pleura dari kapiler di pleura parietal. Hampir semua cairan ini dikeluarkan oleh sistem limfatik pada pleura parietal yang mempunyai kapasitas pengeluaran sedikitnya 0,2 mL/kg/jam (Khairani et al., 2012). Terdapat banyak kondisi yang bisa menyebabkan efusi pleura, namun yang paling sering adalah keganasan, gagal jantung, pneumonia, tuberkulosis, embolisme paru, dan sirosis hepatis (Porcel & Light, 2006).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *