Mars Perindo untuk Cuci Otak?

Anak saya sedang tidur, waktu itu sekitar jam sembilan malam, kami menonton televisi. Ketika saat iklan, iklan partai politik Perindo tayang, tentu dengan gambar Hary Tanoesoedibjo dan diiringi Mars Perindo. Tiba-tiba anak saya yang sedang tidur segera membuka mata, berdiri, menghadap televisi, dan bertepuk tangan mengikuti irama lagu. Anak saya belum genap dua tahun usianya.

 

Baca juga:

 

Kita paham bahwa segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik, demikian pula dengan lagu. Bahkan salah satu buku teks psikologi memiliki istilah yang pas untuk lagu yang sering secara otomatis “nyala” di otak kita karena kita sering mendengarnya: lagu yang infeksius. Salah satu penyebab kenapa anak saya “gemar” lagu Mars Perindo adalah akibat banyaknya paparan iklan politik ini di televisi jaringan MNC, bahkan kadang juga di sela-sela tayangan untuk anak-anak.

mars perindo berbahaya

Hary Tanoe mengetahui celah dari peraturan terkait iklan politik, sampai-sampai Panitia Khusus RUU Pemilu menyindir perihal penayangan Mars Perindo yang dinilai terlalu sering. Ketika Pansus Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), mereka menyinggung terkait iklan dengan lagu mars Partai Perindo yang sangat intens diputar beberapa media televisi swasta. Wakil ketua Pansus RUU Pemilu, Yandri Susanto menilai, KPI dan juga Dewan Pers seolah-olah tak berkutik dan kesulitan menindaknya. Padahal, pemutaran lagu partai tersebut bisa dianggap sebagai kampanye. Curi start yang sangat licin. Menurut Yandri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga tidak bisa menindak mereka. Sebab, Partai Perindo sendiri bukanlah partai peserta Pemilu, sehingga tidak ada aturan yang melarang mereka melakukan kampanye sampai 10 kali tayang dalam sehari. Sepuluh kali sehari mungkin masih kurang dari jumlah yang sebenarnya.

Yandri menegaskan, seharusnya KPI membuat aturan main yang menyangkut frekuensi. Apalagi frekuensi bukan milik perseorangan, tapi punya publik. Apalagi, kata Yandri, siaran iklan Partai Perindo tersebut tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan kepentingan publik yang diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012. Maka dari itu, KPI harus berani menegur lebih keras lagi terhadap sejumlah stasiun televisi swasta yang menyiarkan kampanye Partai Perindo tersebut. Apalagi beberapa stasiun televisi tersebut juga terafiliasi kepada Partai Perindo tersebut karena dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo.

Mungkinkah ini cara mereka untuk menanamkan ke pikiran anak-anak agar mulai kenal Perindo sejak dini? Pesan tersembunyi pun disisipkan dalam rangkaian kata di tiap barisnya. Lihat saja liriknya. Jika dibaca huruf pertama masing-masing barisnya akan terbaca: MARSPERINDO.

 

Iklan itu juga dikeluhkan oleh Ferdi (28), warga Mampang, Jakarta Selatan. Menurutnya, tidak seharusnya iklan politik ditayangkan secara masif pada program acara anak, kendati MNC Grup adalah milik Hary Tanoesoedibjo yang juga ketua umum Perindo. “Kok aneh, iklan politik ada di acara tv anak-anak. Intensitasnya pun sering sekali, sampai anak umur 3 tahun hafal,” kata Ferdi. “Sangat gak masuk akal. Apa maksud motivasi dan tujuan Hary Tanoe gencar pasang iklan di acara tv anak-anak,” ujarnya.

Ferdi bercerita, awalnya dia biasanya mendengar Alka (3), putranya, bernyanyi “Oh penino oh penino untuk inonesa.” Sebab, bundanya setiap malam sebelum tidur memang sering mengajarkan anaknya bernyanyi. “Tapi suatu hari bundanya heran ini anak nyanyi apa? Kita tanya itu nyanyi apa? Dia ga bisa jawab cuma bilang ‘itu loh ayah yang di tv.” Setelah beberapa lama, kata Ferdi, ketika nonton bareng baru ketahuan ternyata itu lagi Mars Perindo. “Kalau saya lihat, hampir habis selesai acara tv yang disukai anak-anak, iklan itu muncul,” ujarnya. “Musim kampanye enggak, tapi iklannya hampir setiap jam,” kata Ferdi yang menyesalkan Hary Tanoe memanfaatkan ruang publik anak justru untuk iklan politik.

Treisye pun membagikan pengalaman serupa:

eh ini beneran lo…keponakan saya yang belum genap berumur 2 tahun juga suka ikutan nonton dan tepuk tangan…begitu televisi memutar lagu ini…si boy langsung berlarian ke depan televisi, mantengin dri awal sampai habis sambil senyam senyum dan bertepuk tangan.

sampai satu saat ketika kami ke warung di depan komplek dan tv lupa dimatikan, ketika pulang dan masi berdiri di depan pintu terdengar sayup2 lagu tersebut..dan keponakan saya pun terdiam bbrapa saat dan lalu tersenyum sambil tepuk2 tangan.

Dengan visualisasi yang baik dan frekuensi yang meracuni otak, bisa jadi ini adalah upaya brainwash dengan harapan kelak ketika anak-anak jaman sekarang sudah bisa nyoblos bakal terbawa sentimen bawah sadarnya dan mencoblos calon anggota legislatif yang diusung oleh Partai Perindo. Lindungi keluarga anda dari Mars Perindo.

Kami segera ganti channel TV ketika iklan infeksius tersebut tayang, cobalah juga tips-tips dari beberapa orang terkait Mars Perindo berikut ini:

  1. Ganti chanel pada jam2 brainwash tersebut, untuk tayangan kartun di TV gratisan bisa coba ganti channel ke Rajawali Televisi (RTV).
  2. Dampingi anak dalam menonton TV, jelaskan bahwa Mars Perindo bukanlah lagu nasional, tapi iklan partai politik.
  3. Berlangganan parabola atau ganti langganan TV berbayar, pilih yang tidak ada channel milik MNC.

 

Sumber: Bahaya Mars Perindo bagi Anak Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *