Takut Memulai Diet Ketogenik? Baca Ini Dulu

Di beberapa tempat di Amerika Serikat dan tempat lain di seluruh dunia sedang ramai membicarakan cara menurunkan berat badan yang ekstrim, yang dikenal dengan istilah diet keto atau diet ketogenik. Di Indonesia berkembang pula istilah Fastosis ataupun Ketofastosis. Bila ingin mengetahui perkembangan ketofastosis di Indonesia silahkan cari di Facebook, ada grup khusus tentang hal tersebut.

Orang-orang yang mempromosikan diet keto mengatakan bahwa dengan memanfaatkan sistem pembakaran lemak tubuh dapat menurunkan berat badan secara bermakna, bahkan meskipun hanya dilakukan dalam 10 hari. Diet ketogenik juga dikenal luas membantu mengurangi gejala dan kekambuhan pada anak-anak penderita epilepsi, meskipun para ahli masih belum sepakat bagaimana cara kerjanya. Namun, beberapa penentang menyatakan bahwa diet keto adalah cara yang tidak sehat untuk menurunkan berat badan bahkan ada yang menyatakan sebagai diet yang berbahaya.

Baca juga:

[catlist name=”kesehatan”]

Diet keto adalah diet tanpa karbohidrat atau sangat rendah kandungan karbohidratnya yang akan memaksa tubuh masuk dalam kondisi ketosis. Ketika mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah sangat sedikit atau tanpa karbohidrat, maka kadar gula darah akan menurun. Lalu tubuh akan lebih mengandalkan pemecahan lemak sebagai sumber energi. Jalur metabolisme inilah yang akan menghasilkan keton. Kondisi keton yang meningkat kadarnya dalam aliran darah disebut dengan ketosis.

Ketosis TIDAK SAMA dengan ketoasidosis. Banyak pakar yang menyatakan bahwa kondisi ketosis tidak berbahaya. Liz Seegert menulis di Healthline News dengan judul The Keto Diet Is Gaining Popularity, but Is It Safe? yang terbit pada 7 Juni 2016. Liz Seegert adalah seorang “independent health journalist” yang juga pernah menulis untuk The Guardian. Tulisannya tidak menyimpulkan apapun, hanya menegaskan bahwa masih terdapat perbedaan pandangan terkait keamanan diet ini.

sup ketogenik pedas

Seorang pakar gizi olahraga, Rudy Mawer, menyatakan bahwa diet keto bermanfaat untuk menurunkan berat badan, dan efeknya dapat segera terlihat. Namun dia menambahkan bahwa diet ini tidak mempengaruhi performa atletis seseorang. Mawer tidak percaya pada pendapat beberapa penentang bahwa diet keto dapat menurunkan massa otot. Dia menyatakan bahwa diet keto tidak optimal bagi orang yang ingin meningkatkan massa ototnya.

Beberapa pakar lain berpendapat bahwa diet ketogenik adalah diet yang berbahaya dan tidak bisa diterapkan di masyarakat umum. Sehingga sebaiknya dilakukan pada orang berkondisi tertentu dalam jangka pendek dengan pengawasan medis yang ketat. Diet ketogenik terutama ditakutkan akan merusak ginjal, hati, dan jantung.

Meskipun masih banyak pro-kontra, banyak juga yang mau mencoba diet ini. Mereka malah lebih takut gagal menjalani diet ini. Salah satu teman menyampaikan pengalamannya berdiet, dan menyampaikan bahwa yang susah itu justru menahan diri untuk tidak ngemil, tidak “lapar mata” dan “lapar tangan/mulut”. Lalu kesulitan lain menurutnya adalah untuk berhenti makan bila (sebenarnya) sudah kenyang kalau kebetulan lauknya enak banget. Hingga akhirnya ditutup dengan pertanyaan: “Kira-kira kalau menu di-switch ke karnivora apakah hal itu (menahan diri untuk tidak lapar mata) lebih gampang dilakukan atau tidak?”

“Amat gampang” adalah jawaban saya. Dasarnya rasa lemak kan eneg. Jadi bakal cepet stop deh makannya, bahkan sebelum kekenyangan. Dan karena energy density atau kepadatan energi lemak paling tinggi maka akan lebih awet kenyang. Kalau lapar ya makan lagi saja. Ngemil tidak disarankan, lebih baik makan lagi karena jangan-jangan pada waktu makan sebelumnya memang belum cukup asupan energinya.

Teman lain menimpali dengan bertanya: “Apakah dengan tidak makan sayur dan buah malah akan menimbulkan sembelit?” Saya pun menyampaikan bahwa kalau merasa perlu asupan serat bisa mengonsumsi agar-agar, tanpa gula tentunya. Tapi seringnya tidak perlu serat kok untuk mencegah sembelit pada penganut diet ketogenik yang tergolong dalam diet karnivora. Singkatnya, sembelit akan timbul kalau kurang air dan lemak plus stres.

Fungsi utama serat kan hanya bulging agent, hanya meningkatkan volume feses (kotoran) kita saja. Kalau tujuan mengonsumsi serat untuk menurunkan kolesterol sih kurang tepat diterapkan pada para karnivora. Yang penting asupan air dan lemak cukup, dan kondisi pikiran tidak sedang stres berat maka buang air besar akan relatif lancar, meskipun kemungkinan besar volumenya sedikit dan frekuensinya akan berkurang.
Jadi ketika ingin memulai berdiet ketogenik, mulailah dengan pikiran yang tenang. Minum air dan makan yang cukup. Semoga tidak sembelit. Salam sehat dari saya.

===

Artikel ini telah terbit sebelumnya di seword.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *